PENDIDIKAN SEUMUR HIDUP
Makalah
ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah
“Ilmu
Pendidikan”
Disusun
Oleh :
Kelompok
VII/TB.E
1.
Lilik Retnowati (210312165)
2.
Aminuddin Ma’ruf (2103121656)
3.
Moh. Faiz Zein (210312167)
JURUSAN
TARBIYAH
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
SEKOLAH
TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN)
PONOROGO
2013
KATA
PENGANTAR
Segala
puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan
Rahmat dan hidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan
tepat waktu. Sholawat serta salam senantiasa tercurahkan kepada junjungan kita
Nabi Muhammad SAW yang kita nantikan syafa’atnya di yaumul khiamah.
Alhamdulillah,
kami selaku tim penyusun telah berhasil menyelesaikan makalah ini yang berjudul
“ PENDIDIKAN SEUMUR HIDUP”.Untuk
memenuhi tugas salah satu mata kuliah “ILMU
PENDIDIKAN”.Ucapan terimakasih kami hanturkan kepada Bapak Muklis selaku
dosen pengampu.
Kami
menyadari bahwa penyusunan makalah ini masih banyak jauh dari kesempurnaan.Oleh
karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi perbaikan
penulisan makalah selanjutnya. Semoga makalah ini benar-benar dapat bermanfaat
bagi kita semua. Amin ya robbal ‘alamiin.
Ponorogo,
Oktober 2013
Penyusun
DAFTAR
ISI
HALAMAN
JUDUL............................................................................................. i
KATA
PENGANTAR.......................................................................................... ii
DAFTAR
ISI........................................................................................................ iii
BAB
I: PENDAHULUAN................................................................................... 1
A. Latar
Belakang........................................................................................... 1
B. Rumusan
Masalah...................................................................................... 1
BAB
II: PEMBAHASAN ................................................................................... 2
A. Konsep Pendidikan Seumur Hidup
.......................................................... 2
B. Implikasi Konsep Pendidikan Seumur Hidup pada Program
Pendidikan. 4
C. Pendidikan Seumur Hidup dalam Berbagai Perspektif............................. 6
BAB
III: PENUTUP........................................................................................... 10
A. Kesimpulan.............................................................................................. 10
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................... 11
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang Masalah
Pendidikan
merupakan suatu hal yang sangat penting bagi kehidupan. Dengan pendidikan kita
dapat keluar dari suatu lingkaran yang menyeret kepada suatu kebodohan dan
kemelaratan. Maka dari itu, diterapkan konsep pendidikan seumur hidup yang
berlangsung padaa lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat, dan pemerintahan.
Konsep pendidikan ini dilakukan secara berlanjut dari bayi sampai meninggal
atau prosesnya berlangsung selama manusia hidup. Proses pendidikan ini mencakup
bentuk belajar secara fomal maupun non formal.
Dalam
makalah ini nanti akan di bahas lebih lanjut mengenai pendidikan yang dilakukan
selama seumur hidup seseorang.
B. Rumusan
Masalah
1.
Pengertian Konsep Pendidikan Seumur Hidup.
2.
Implikasi Konsep
Pendidikan Seumur Hidup pada Program Pendidikan.
3.
Pendidikan
Seumur Hidup dalam Berbagai Perspektif.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Konsep Pendidikan
Seumur Hidup
Konsep
pendidikan seumur hidup, sebernarnya sudah sejak lama dipikirkan oleh para
pakar pendidikan dari zaman ke zaman. Asas pendidikan seumur hidup itu
merumuskan suatu proses kontinu, yang bermula sejak seseorang dilahirkan hingga
meninggal dunia. Proses pendidikan ini mencakup bentuk-bentuk belajar secara
informal maupun formal baik yang berlangsung dalam keluarga, di sekolah, dalam
pekerjaan dan dalam kehidupan masyarakat.
Untuk
Indonesia sendiri, konsepsi pendidikan seumur hidup baru mulai dimasyarakatkan
melalui kebijaksanaan Negara (TAP MPR NO. IV / MPR / 1973 jo. TAP NO. IV / MPR
/ 1978 tentang GBHN ) yang menetapkan prinsip-prinsip pembangunan nasional
berikut ini:
1. Pembangunan
nasional dilaksanakan dalam rangka pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan
pembangunan seluruh rakyat Indonesia.
2. Pendidikan
berlangsung seumur hidup dan dilaksanakan di dalam keluarga, sekolah, dan
masyarakat. Oleh karena itu, pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara
keluarga, masyarakat, dan pemerintah.
Beranjak
dari ketentuan mendasar tersebut, maka dalam kebijaksanaannya Pemerintah
menetapkan prinsip-prinsip sebagai berikut:
1. Pembangunan
bangsa dan watak bangsa dimulai dengan membangun subjek manusia Indonesia
seutuhnya sebagai perwujudan manusia Pancasila. Hal ini dijadikan cita-cita
pembangunan bangsa dan watak bangsa yang menjadi tanggung jawab semua warga negara
untuk mewujudkannya.
Pembangunan
manusia Indonesia, secara khusus merupakan tanggung jawab lembaga dan usaha
pendidikan nasional untuk mewujudkannya melalui institusi-institusi pendidikan.
Karena itulah konsepsi manusia Indonesia seutuhnya ini merupakan konsepsi dasar
tujuan pendidikan nasional.
Adapun tujuan untuk pendidikan
manusia seutuhnya dan seumur hidup ialah:
1. Mengembangkan
potensi kepribadian manusia sesuai kodrat dan hakekatnya, yakni seluruh aspek
pembawaannya seoptimal mungkin. Dengan demikian, secara potensial keseluruhan
potensi manusia di isi kebutuhannya agar berkembang secara wajar.
2. Dengan
mengingat proses pertumbumbuhan dan perkembangan kepribadian manusia bersifat
hidup dan dinamis, maka pendidikan wajar berlangsung selama manusia hidup.
Di
dalam UU Nomor 2 Tahun 1989, penegasan tentang pendidikan seumur hidup
dikemukakan dalam pasal 10 ayat (1) yang berbunyi: “penyelenggaraan pendidikan
dilaksanakan melalui dua jalur, yaitu jalur pendidikan sekolah dan jalur
pendidikan luar sekolah. Jalur pendidikan luar sekolah dalam hal ini terrmasuk
didalamnya pendidikan keluarga, sebagaimana dijelaskan dalam ayat (4), yaitu
“pendidikan keluarga merupakan bagian dari jalur pendidikan luar sekolah yang
diselenggarakan dalam keluarga dan yang memberikan keyakinan agama, nilai
budaya, nilai moral dan keterampilan”.
Mengenai
hal tersebut di atas, terdapat oenegasan dalam penjelasan Undang-Undang Sistem
Pendidikan Nasional sebagai berikut: Pendidikan keluarga termasuk jalur
pendidikan luar sekolah merupakan salah satu usaha mencerdaskan kehidupan
bangsa melalui pengalaman seumur hidup. Pendidikan keluarga membarikan
keyakinan agama, nilai budaya yang mencakup nilai moral dan aturan-aturan
pergaulan serta pandangan, keterampilan dan sikap hidup mendukung kehidupan
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara kepada anggota keluarganya yang
bersangkutan.
Sementar
itu pada pasal 26, dinyatakan peserta didik berkesempatan untuk mengembangkan
kemampuan dirinya dengan belajar pada setiap saat dalam perjalanan hidupnya
sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuan masinh-masing. Dalam penjelasan
pengertian Pasal 26 tersebut, terdapat penjelasan sebagai berikut:
“tiap
warga negara berkesempatan seluas-luasnya untuk menjadi peserta didik melalui
pendidikan sekolah ataupun pendidikan luar sekolah. Dengan demikian, setiap
warga negara diharapkan dapat belajar pada tahap-tahap mana saja dari
kehidupannya dalam mengembangkan dirinya sebagai manusia Indonesia”.[1]
B. Implikasi Konsep
Pendidikan Seumur Hidup pada Program-program Pendidikan
1.
Pendidikan Baca
Tulis Fungsional
Program ini tidak saja penting bagi pendidikan seumur
hidup karena relevansinya dengan kondisi yang ada pada Negara-negara berkembang
dengan alasan masih banyaknya penduduk yang buta huruf. Bahkan di Negara maju sekalipun
di mana radio, film, tv, computer sampai internet telah menantang ketergantungan orang akan bahan-bahan bacaan,
namun membaca masih merupakan cara yang paling murah dan praktis untuk
mendapatkan pengetaahuan. Oleh sebab itu, realisasi baca tulis fungsional,
minimal memuat dua hal, yaitu:
a. Memberikan kecakapan membaca, menulis, menghitung (3
M) yang fungsional bagi anak didik;
b. Menyediakan bahan-bahan bacaan yang diperlukan untuk
mengembangkan lebih lanjut kecakapan yang telah dimilikinya tersebut.
2.
Pendidikan
Vokasional
Terus berkembang dan majunya ilmu pengetahuan dan
teknologi serta makin meluasnya industrialisasi menuntut pendidikan vokasional
itu tetap dilaksanakan secara kontinu.
3.
Pendidikan
Profesional
Sebagai realisasi pendidikan seumur hidup, dalam
tiap-tiap profesi hendaknya telah tercipta built
in mechanism yang memungkinkan golongan professional terus mengikuti
berbagai kemajuan dan perubahan.
4.
Pendidikan ke
Arah Perubahan dan Pembangunan
Diakui bahwa era globalisasi dan informasi yang di tandai
dengan pesatnya perkembangan iptek telah mempengaruhi berbagai dimensi
kehidupan masyarakat. Kenyataan ini tentu saja konsekuensinya menuntut
pendidikan yang berlangsung secara kontinu.
5.
Pendidikan, Kewarganegaraan dan Kedewasaan Politik
Di samping tuntutan penguasaan ilmu pengetahuan dan
teknologi, dalam kondisi sekarang dimana pola piker masyarakat semakin maju dan
kritis, baik rakyat biasa maupun pemimpin pemerintahan di Negara yang
demokratis, diperlukan pendidikan kewarganegaraan dan kedewasaan politik bagi
setiap warga Negara. Pendidikan seumur hidup yang bersifat kontinu dalam
konteks ini merupakan konsekuensinya.
6.
Pendidikan
Kultural dan Pengisian Waktu Senggang
Spesialisasi yang berlebih-lebihan dalam masyarakat,
bahkan yang telah di mulai pada usia muda dalam program pendidikan formal di sekolah, membuat manusia
berpandangan sempit pada bidangnya sendiri, buta akan nilai-nalia cultural yang
terkandung dalam warisan budaya masyarakat sendiri. Sesorang yang terpelajar
diharapkan mampu memahami dan menghargai nilai-nalia agama, sejarah,
kesusastraan, seni, musik bengsanya sendiri. oleh karena itu, pendidikan
kulturel dan pengisian wakru senggang merupakan bagian penting dari long life education.
Sementara itu konsep long life education pada sasaran pendidikan, juga diklasifikasikan
dalam enam kategori, yaitu:[2]
v Para buruh dan petani;
v Golongan remaja yang terganggu pendidikan sekolahnya;
v Para pekerja yang berketrampilan
v Golongan teknisi dan professional
v Para pemimpin dan masyarakat
v Golongan masyarakat yang sudah tua
C. Pendidikan Seumur
Hidup dalam Berbagai Perspektif
1.
Ideologis
Semua manusia dilahirkan di dunia mempunyai hak yang
sama, khususnya hak untuk mendapatkan pendidikan dan peningkatan pengetahuan
serta ketrampilan. Pendidikan seumur hidup akan memungkinkan seseorang
mengembangkan potensi-potensinya sesuai dengan kebutuhan hidupnya.
2.
Ekonomis
Pendidikan seunur hidup memungkinkan seseorang untuk :
a.
Meningkatkan
produktifitas
b.
Memelihara dan
mengembangkan sumber-sumber yang dimiliki
c.
Memungkinkan
hidup dalam lingkungan yang lebih menyenangkan dan sehat
d.
Memiliki
motivasi dalam mengasuh dan mendidik anak-anaknya secara tepat sehingga peranan
pendididikan keluarga menjadi sangat besar dan penting.
3.
Sosiologis
Pendidikan seumur hidup bagi orang tua akan merupakan
pemecahan atas masalah-masalah pendidikan anaknya.
4.
Politis
Pada Negara demokrasi hendaknya seluruh rakyat
menyadari pentingnya hak milik, dan memahami fungsi pemerintahan, DPR, MPR, dan
lain-lain. Oleh karena itu, pendidikan kewarganegaraan perlu diberikan kepada
setiap orang.
5.
Tehnologis
Dengan
majunya ilmu pengetahuan dan tehnologi para pemimpin, tehnisi, guru, dan
sarjana dari berbagai disiplin ilmu harus senantiasa menyesuaikan perkembangan
ilmu dan tehnologi terus menerus untuk menambah cakrawala pengetahuannya di
samping ketrampilannya.
6.
Psikologis
Perkembangan ilmu pengetahuan dan tehnologi yang pesat
mempunyai pengaruh besar terhadap pendidikan khususnya konsep dan tehnik
penyampaiannya.[3]
D. Perlunya
Pendidikan Seumur Hidup
a.
Keterbatasan
kemampuan pendidikan sekolah
Pendidikan sekolah ternyata tidak memenuhi harapan
masyarakat. Terlihat antara lain dalam:
1.
Banyak lulusan
yang tidak dapat di serap dalam dunia kerja, yang antara lain karena mutunya
yang rendah.
2.
Daya serap
lulusan rata-rata sekolah yang masih rendah, karena pelajar tidak dapat belajar
secara optimal
3.
Pelaksanaan
pendidikan sekolah tidak efisien, yang terlihat dari adanya putus sekolah dan
siswa yang mengulang.
Pendidikan sekolah perlu dilengkapi dengan pendidikan
di luar sekolah.
b.
Perubahan
masyarakat dan peranan-paranan sosial
Globalisasi dan pembangunan mengakibatkan
perubahan-perubahan yang cepat dalam masyarakat, dan dengan demikian
perubahan-perubahan peranan-peranan sosial. Pendidikan di tuntut untuk mampu
membantu individu agar selalu dapat mengikuti perubahan-perubahan sosial
seanjang hidupnya.
c.
Pendayagunaan
sumber yang masih belum optimal
Salah satu masalah pendidikan kita dewasa ini adalah
kelangkaan sumber yang mendukung pelaksanaan pendidikan.
d.
Perkembangan
pendidikan luar sekolah yang pesat
Dalam zaman modern, pendidikan luar sekolah berkembang
dengan pesat karena memberikan manfaat kepada masyarakat. [4]
KESIMPULAN
1.
Konsep Pendidikan
Seumur Hidup
Konsep
pendidikan seumur hidup, sebernarnya sudah sejak lama dipikirkan oleh para
pakar pendidikan dari zaman ke zaman. Asas pendidikan seumur hidup itu
merumuskan suatu proses kontinu, yang bermula sejak seseorang dilahirkan hingga
meninggal dunia. Proses pendidikan ini mencakup bentuk-bentuk belajar secara
informal maupun formal baik yang berlangsung dalam keluarga, di sekolah, dalam
pekerjaan dan dalam kehidupan masyarakat.
2.
Implikasi Konsep
Pendidikan Seumur Hidup pada Program-program Pendidikan
v Pendidikan Baca Tulis Fungsional
v Pendidikan Vokasional
v Pendidikan Profesional
v Pendidikan ke Arah Perubahan dan Pembangunan
v Pendidikan,
Kewarganegaraan dan Kedewasaan Politik
v Pendidikan Kultural dan Pengisian Waktu Senggang
3.
Pendidikan Seumur
Hidup dalam Berbagai Perspektif
-Ideologis -
Ekonomis -Sosiologis
-Politis -Tehnologis -Psikologis
4.
Perlunya
Pendidikan Seumur Hidup
v Keterbatasan kemampuan pendidikan sekolah
v Perubahan masyarakat dan peranan-paranan sosial
v Pendayagunaan sumber yang masih belum optimal
v Perkembangan pendidikan luar sekolah yang pesat
DAFTAR PUSTAKA
Effendi, Mukhlison dan Rodliyah, Siti. Ilmu
Pendidikan. (Ponorogo, 2004)
Hasbullah. Dasar-dasar Ilmu Pendidikan. (Jakarta: PT Rajagrafindo Persada,
2009)
Mudyaharj. Pengantar Pendidikan. (Jakarta: PT RajaGrafindo
Persad, 2001)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar