Minggu, 18 September 2016

MAKALAH PENDIDIKAN SEUMUR HIDUP - Ilmu Pendidikan

PENDIDIKAN SEUMUR HIDUP
Makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah
“Ilmu Pendidikan”

Disusun Oleh :
Kelompok VII/TB.E
1.      Lilik Retnowati           (210312165)
2.      Aminuddin Ma’ruf     (2103121656)
3.      Moh. Faiz Zein            (210312167)

JURUSAN TARBIYAH
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN) PONOROGO
 2013
KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmat dan hidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu. Sholawat serta salam senantiasa tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW yang kita nantikan syafa’atnya di yaumul khiamah.
Alhamdulillah, kami selaku tim penyusun telah berhasil menyelesaikan makalah ini yang berjudul “ PENDIDIKAN SEUMUR HIDUP”.Untuk memenuhi tugas salah satu mata kuliah “ILMU PENDIDIKAN”.Ucapan terimakasih kami hanturkan kepada Bapak Muklis selaku dosen pengampu.
Kami menyadari bahwa penyusunan makalah ini masih banyak jauh dari kesempurnaan.Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi perbaikan penulisan makalah selanjutnya. Semoga makalah ini benar-benar dapat bermanfaat bagi kita semua. Amin ya robbal ‘alamiin.
                                                                                                      




Ponorogo, Oktober 2013


                     Penyusun


DAFTAR ISI


HALAMAN JUDUL............................................................................................. i
KATA PENGANTAR.......................................................................................... ii
DAFTAR ISI........................................................................................................ iii
BAB I: PENDAHULUAN................................................................................... 1
A.    Latar Belakang........................................................................................... 1
B.    Rumusan Masalah...................................................................................... 1
BAB II: PEMBAHASAN ................................................................................... 2
A.    Konsep Pendidikan Seumur Hidup .......................................................... 2
B.    Implikasi Konsep Pendidikan Seumur Hidup pada Program Pendidikan. 4
C.    Pendidikan Seumur Hidup dalam Berbagai Perspektif............................. 6           
BAB III: PENUTUP........................................................................................... 10
A.    Kesimpulan.............................................................................................. 10
  DAFTAR PUSTAKA......................................................................................... 11





BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
            Pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting bagi kehidupan. Dengan pendidikan kita dapat keluar dari suatu lingkaran yang menyeret kepada suatu kebodohan dan kemelaratan. Maka dari itu, diterapkan konsep pendidikan seumur hidup yang berlangsung padaa lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat, dan pemerintahan. Konsep pendidikan ini dilakukan secara berlanjut dari bayi sampai meninggal atau prosesnya berlangsung selama manusia hidup. Proses pendidikan ini mencakup bentuk belajar secara fomal maupun non formal.
            Dalam makalah ini nanti akan di bahas lebih lanjut mengenai pendidikan yang dilakukan selama seumur hidup seseorang.
B.    Rumusan Masalah
1.      Pengertian  Konsep Pendidikan Seumur Hidup.
2.      Implikasi Konsep Pendidikan Seumur Hidup pada Program Pendidikan.
3.      Pendidikan Seumur Hidup dalam Berbagai Perspektif.




BAB II
PEMBAHASAN

A.    Konsep Pendidikan Seumur Hidup
Konsep pendidikan seumur hidup, sebernarnya sudah sejak lama dipikirkan oleh para pakar pendidikan dari zaman ke zaman. Asas pendidikan seumur hidup itu merumuskan suatu proses kontinu, yang bermula sejak seseorang dilahirkan hingga meninggal dunia. Proses pendidikan ini mencakup bentuk-bentuk belajar secara informal maupun formal baik yang berlangsung dalam keluarga, di sekolah, dalam pekerjaan dan dalam kehidupan masyarakat.
Untuk Indonesia sendiri, konsepsi pendidikan seumur hidup baru mulai dimasyarakatkan melalui kebijaksanaan Negara (TAP MPR NO. IV / MPR / 1973 jo. TAP NO. IV / MPR / 1978 tentang GBHN ) yang menetapkan prinsip-prinsip pembangunan nasional berikut ini:
1.      Pembangunan nasional dilaksanakan dalam rangka pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan seluruh rakyat Indonesia.
2.      Pendidikan berlangsung seumur hidup dan dilaksanakan di dalam keluarga, sekolah, dan masyarakat. Oleh karena itu, pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat, dan pemerintah.
Beranjak dari ketentuan mendasar tersebut, maka dalam kebijaksanaannya Pemerintah menetapkan prinsip-prinsip sebagai berikut:
1.      Pembangunan bangsa dan watak bangsa dimulai dengan membangun subjek manusia Indonesia seutuhnya sebagai perwujudan manusia Pancasila. Hal ini dijadikan cita-cita pembangunan bangsa dan watak bangsa yang menjadi tanggung jawab semua warga negara untuk mewujudkannya.
Pembangunan manusia Indonesia, secara khusus merupakan tanggung jawab lembaga dan usaha pendidikan nasional untuk mewujudkannya melalui institusi-institusi pendidikan. Karena itulah konsepsi manusia Indonesia seutuhnya ini merupakan konsepsi dasar tujuan pendidikan nasional.
Adapun tujuan untuk pendidikan manusia seutuhnya dan seumur hidup ialah:
1.      Mengembangkan potensi kepribadian manusia sesuai kodrat dan hakekatnya, yakni seluruh aspek pembawaannya seoptimal mungkin. Dengan demikian, secara potensial keseluruhan potensi manusia di isi kebutuhannya agar berkembang secara wajar.
2.      Dengan mengingat proses pertumbumbuhan dan perkembangan kepribadian manusia bersifat hidup dan dinamis, maka pendidikan wajar berlangsung selama manusia hidup.
Di dalam UU Nomor 2 Tahun 1989, penegasan tentang pendidikan seumur hidup dikemukakan dalam pasal 10 ayat (1) yang berbunyi: “penyelenggaraan pendidikan dilaksanakan melalui dua jalur, yaitu jalur pendidikan sekolah dan jalur pendidikan luar sekolah. Jalur pendidikan luar sekolah dalam hal ini terrmasuk didalamnya pendidikan keluarga, sebagaimana dijelaskan dalam ayat (4), yaitu “pendidikan keluarga merupakan bagian dari jalur pendidikan luar sekolah yang diselenggarakan dalam keluarga dan yang memberikan keyakinan agama, nilai budaya, nilai moral dan keterampilan”.
Mengenai hal tersebut di atas, terdapat oenegasan dalam penjelasan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional sebagai berikut: Pendidikan keluarga termasuk jalur pendidikan luar sekolah merupakan salah satu usaha mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pengalaman seumur hidup. Pendidikan keluarga membarikan keyakinan agama, nilai budaya yang mencakup nilai moral dan aturan-aturan pergaulan serta pandangan, keterampilan dan sikap hidup mendukung kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara kepada anggota keluarganya yang bersangkutan.
Sementar itu pada pasal 26, dinyatakan peserta didik berkesempatan untuk mengembangkan kemampuan dirinya dengan belajar pada setiap saat dalam perjalanan hidupnya sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuan masinh-masing. Dalam penjelasan pengertian Pasal 26 tersebut, terdapat penjelasan sebagai berikut:
“tiap warga negara berkesempatan seluas-luasnya untuk menjadi peserta didik melalui pendidikan sekolah ataupun pendidikan luar sekolah. Dengan demikian, setiap warga negara diharapkan dapat belajar pada tahap-tahap mana saja dari kehidupannya dalam mengembangkan dirinya sebagai manusia Indonesia”.[1]
B.     Implikasi Konsep Pendidikan Seumur Hidup pada Program-program Pendidikan
                                                                                                                                          
1.      Pendidikan Baca Tulis Fungsional
Program ini tidak saja penting bagi pendidikan seumur hidup karena relevansinya dengan kondisi yang ada pada Negara-negara berkembang dengan alasan masih banyaknya penduduk yang buta huruf. Bahkan di Negara maju sekalipun di mana radio, film, tv, computer sampai internet telah menantang  ketergantungan orang akan bahan-bahan bacaan, namun membaca masih merupakan cara yang paling murah dan praktis untuk mendapatkan pengetaahuan. Oleh sebab itu, realisasi baca tulis fungsional, minimal memuat dua hal, yaitu:
a.       Memberikan kecakapan membaca, menulis, menghitung (3 M) yang fungsional bagi anak didik;
b.      Menyediakan bahan-bahan bacaan yang diperlukan untuk mengembangkan lebih lanjut kecakapan yang telah dimilikinya tersebut.
2.      Pendidikan Vokasional
Terus berkembang dan majunya ilmu pengetahuan dan teknologi serta makin meluasnya industrialisasi menuntut pendidikan vokasional itu tetap dilaksanakan secara kontinu.
3.      Pendidikan Profesional
Sebagai realisasi pendidikan seumur hidup, dalam tiap-tiap profesi hendaknya telah tercipta built in mechanism yang memungkinkan golongan professional terus mengikuti berbagai kemajuan dan perubahan.
4.      Pendidikan ke Arah Perubahan dan Pembangunan
Diakui bahwa era globalisasi dan informasi yang di tandai dengan pesatnya perkembangan iptek telah mempengaruhi berbagai dimensi kehidupan masyarakat. Kenyataan ini tentu saja konsekuensinya menuntut pendidikan yang berlangsung secara kontinu.
5.      Pendidikan,  Kewarganegaraan dan Kedewasaan Politik
Di samping tuntutan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, dalam kondisi sekarang dimana pola piker masyarakat semakin maju dan kritis, baik rakyat biasa maupun pemimpin pemerintahan di Negara yang demokratis, diperlukan pendidikan kewarganegaraan dan kedewasaan politik bagi setiap warga Negara. Pendidikan seumur hidup yang bersifat kontinu dalam konteks ini merupakan konsekuensinya.
6.      Pendidikan Kultural dan Pengisian Waktu Senggang
Spesialisasi yang berlebih-lebihan dalam masyarakat, bahkan yang telah di mulai pada usia muda dalam program pendidikan  formal di sekolah, membuat manusia berpandangan sempit pada bidangnya sendiri, buta akan nilai-nalia cultural yang terkandung dalam warisan budaya masyarakat sendiri. Sesorang yang terpelajar diharapkan mampu memahami dan menghargai nilai-nalia agama, sejarah, kesusastraan, seni, musik bengsanya sendiri. oleh karena itu, pendidikan kulturel dan pengisian wakru senggang merupakan bagian penting dari long life education.
Sementara itu konsep long life education pada sasaran pendidikan, juga diklasifikasikan dalam enam kategori, yaitu:[2]
v  Para buruh dan petani;
v  Golongan remaja yang terganggu pendidikan sekolahnya;
v  Para pekerja yang berketrampilan
v  Golongan teknisi dan professional
v  Para pemimpin dan masyarakat
v  Golongan masyarakat yang sudah tua

C.    Pendidikan Seumur Hidup dalam Berbagai Perspektif
1.      Ideologis
Semua manusia dilahirkan di dunia mempunyai hak yang sama, khususnya hak untuk mendapatkan pendidikan dan peningkatan pengetahuan serta ketrampilan. Pendidikan seumur hidup akan memungkinkan seseorang mengembangkan potensi-potensinya sesuai dengan kebutuhan hidupnya.
2.      Ekonomis
Pendidikan seunur hidup memungkinkan seseorang untuk :
a.       Meningkatkan produktifitas
b.      Memelihara dan mengembangkan sumber-sumber yang dimiliki
c.       Memungkinkan hidup dalam lingkungan yang lebih menyenangkan dan sehat
d.      Memiliki motivasi dalam mengasuh dan mendidik anak-anaknya secara tepat sehingga peranan pendididikan keluarga menjadi sangat besar dan penting.

3.      Sosiologis
Pendidikan seumur hidup bagi orang tua akan merupakan pemecahan atas masalah-masalah pendidikan anaknya.
4.      Politis
Pada Negara demokrasi hendaknya seluruh rakyat menyadari pentingnya hak milik, dan memahami fungsi pemerintahan, DPR, MPR, dan lain-lain. Oleh karena itu, pendidikan kewarganegaraan perlu diberikan kepada setiap orang.
5.      Tehnologis
Dengan majunya ilmu pengetahuan dan tehnologi para pemimpin, tehnisi, guru, dan sarjana dari berbagai disiplin ilmu harus senantiasa menyesuaikan perkembangan ilmu dan tehnologi terus menerus untuk menambah cakrawala pengetahuannya di samping ketrampilannya.
6.      Psikologis
Perkembangan ilmu pengetahuan dan tehnologi yang pesat mempunyai pengaruh besar terhadap pendidikan khususnya konsep dan tehnik penyampaiannya.[3]
D.    Perlunya Pendidikan Seumur Hidup

a.       Keterbatasan kemampuan pendidikan sekolah
Pendidikan sekolah ternyata tidak memenuhi harapan masyarakat. Terlihat antara lain dalam:
1.                  Banyak lulusan yang tidak dapat di serap dalam dunia kerja, yang antara lain karena mutunya yang rendah.
2.                  Daya serap lulusan rata-rata sekolah yang masih rendah, karena pelajar tidak dapat belajar secara optimal
3.                  Pelaksanaan pendidikan sekolah tidak efisien, yang terlihat dari adanya putus sekolah dan siswa yang mengulang.
Pendidikan sekolah perlu dilengkapi dengan pendidikan di luar sekolah.
b.      Perubahan masyarakat dan peranan-paranan sosial
Globalisasi dan pembangunan mengakibatkan perubahan-perubahan yang cepat dalam masyarakat, dan dengan demikian perubahan-perubahan peranan-peranan sosial. Pendidikan di tuntut untuk mampu membantu individu agar selalu dapat mengikuti perubahan-perubahan sosial seanjang hidupnya.
c.       Pendayagunaan sumber yang masih belum optimal
Salah satu masalah pendidikan kita dewasa ini adalah kelangkaan sumber yang mendukung pelaksanaan pendidikan.
d.      Perkembangan pendidikan luar sekolah yang pesat
Dalam zaman modern, pendidikan luar sekolah berkembang dengan pesat karena memberikan manfaat kepada masyarakat. [4]


KESIMPULAN
1.      Konsep Pendidikan Seumur Hidup
            Konsep pendidikan seumur hidup, sebernarnya sudah sejak lama dipikirkan oleh para pakar pendidikan dari zaman ke zaman. Asas pendidikan seumur hidup itu merumuskan suatu proses kontinu, yang bermula sejak seseorang dilahirkan hingga meninggal dunia. Proses pendidikan ini mencakup bentuk-bentuk belajar secara informal maupun formal baik yang berlangsung dalam keluarga, di sekolah, dalam pekerjaan dan dalam kehidupan masyarakat.
2.      Implikasi Konsep Pendidikan Seumur Hidup pada Program-program Pendidikan

v  Pendidikan Baca Tulis Fungsional
v  Pendidikan Vokasional
v  Pendidikan Profesional
v  Pendidikan ke Arah Perubahan dan Pembangunan
v  Pendidikan,  Kewarganegaraan dan Kedewasaan Politik
v  Pendidikan Kultural dan Pengisian Waktu Senggang

3.      Pendidikan Seumur Hidup dalam Berbagai Perspektif
-Ideologis        - Ekonomis                  -Sosiologis
-Politis             -Tehnologis                 -Psikologis

4.      Perlunya Pendidikan Seumur Hidup
v  Keterbatasan kemampuan pendidikan sekolah
v  Perubahan masyarakat dan peranan-paranan sosial
v  Pendayagunaan sumber yang masih belum optimal
v  Perkembangan pendidikan luar sekolah yang pesat
DAFTAR PUSTAKA
Effendi, Mukhlison dan Rodliyah, Siti. Ilmu Pendidikan. (Ponorogo, 2004)

Hasbullah.  Dasar-dasar Ilmu Pendidikan. (Jakarta: PT Rajagrafindo Persada, 2009)

Mudyaharj. Pengantar Pendidikan.  (Jakarta: PT RajaGrafindo Persad, 2001)




[1] Hasbullah, Dasar-dasar Ilmu Pendidikan (Jakarta: PT Rajagrafindo Persada, 2009), 63-67.
[2] Ibid., 71-75.
[3] Mukhlison Effendi dan Siti Rodliyah, Ilmu Pendidikan (Ponorogo, 2004), 48-49.
[4] Mudyaharjo, Pengantar Pendidikan (Jakarta: PT RajaGrafindo Persad, 2001), 171-173.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar